Yutaka Kobayakawa - Lucky Star
RSS
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Happy Idul Adha

 HAPPY IDUL ADHA!!!!
Hei Guyz.... 
Hari ini adalah hari raya kurban, tak terasa ya... padahal Idul Fitri baru kemarin... Waktu terasa berlari menjauh, padahal aku masih di sini-sini aja... Huhhh...
Bagaimana tadi hari kalian? Menyenangkan? Sudah berapa kali nyate? Dan berapa lemak yang telah tertumpuk? Hahahaha... lupakanlah eksistensi lemak untuk hari ini... Karena aku sendiri udah nyate 3x... Wkwkwkwkwkk... yah bagi penggemar sate kayak aku, hari banyak daging seperti ini adalah ajang untuk memuaskan nafsu.... Wkwkwkwkwk... jadi lemak-lemak itu pikirkanlah besok saja.... Oya tapi lebih baik lagi sih setelah makan daging-daging penuh lemak itu kita makan timun  atau minum soda  yang banyak... Aihhh jadi ingat Gumiho... Idul Adha seperti ini dan banyak lihat daging, benar-benar mengingatkanku akan sosok Miho.
Bagi kalian yang sudah menonton drama korea My Girlfriend is Gumiho ini tentu tau maksudku kan??
Ini dia....

Cha Dae Woong & Miho

Shin Min Ah & Lee Seung Gi

Si cantik Gumiho yang sangat cinta dan menyukai daging terutama daging sapi dan selalu meminta dibelikan daging pada kekasihnya Dae Woong. Dan setelah makan daging mereka selalu minum minuman 'bergelembung' a.k.a soda...Tapi ternyata memang cukup baik, untuk penetral...
 
 si cantik Miho

Kalau lihat film itu, rasanya daging memang makanan paling lezat... Cara Miho makan itu membuat yang nonton ngiler... Kayaknya enak banget tuh makan daging yang langsung dipanggang sendiri, kayak di restoran-restoran Korea, ada alat pemanggangnya langsung... 

 lihat nih... enak banget... :(
Tapi di sini kayaknya susah deh nyari restoran kayak gitu.... :'( Ahhh ngiler... (padahal udah makan sate)... Hoii...hoii...
Yahh... hari ini kayaknya sebagian besar orang-orang kekenyangan makan daging... Alhamdullilah yah... Semoga kambing-kambing dan sapi-sapi yang dikurbankan sudah bahagia di surga sana... RIP for the cows and sheep :D seperti halnya RIP  Shaun The Sheep yang menjadi trending topic di twitter hari ini :D
Amin... :D
Once again, Happy Ied Adha.... Semoga masih bisa ketemu Idul Adha tahun depan... 
See yaa...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika Aku Beres-Beres Leppi

Hei Guyz...
Hari ini aku lumayan agak ngga sibuk (bukannya selalu ya?), jadi tadi aku hampir seharian tuh buka-buka, edit-edit dan beres-beresin semua dokumen, foto, video dan segala macam benda yang disimpan di leppiku (laptop.red). Yah, setelah sekian lama ini leppi selalu dieksploitasi alias digunakan secara membabi buta selama hampir 24 jam nyaingin UGD, aku putuskan untuk sedikit (ehm) merawatnya. Aku bersihin tuh debu-debu yang udah setebal high heels Syahrini di LCD dan sela-sela keypad. Trus aku semprot-semprot pakai cairan pembersih lantai, ups, cairan pembersih khusus maksudnya biar clink!
Setelah bagian luar bersih mengkilap kayak sepatu laptop baru, tinggal aku beres-beresin bagian dalam. Kayak foto-foto dari berbagai kegiatan dan moment-moment penting, aku kelompokin deh mulai dari berbagai ukuran, tema, ekpresi, kelayakan dan kenarsisan. Dan ternyata, banyak foto-foto narsis ngga penting yang maksa jadi paling imut sedunia, punya teman-temanku. Oh Ghost! Betapa narsis membikin miris. -_-"
Check them out!
Kenarsisan emang membahayakan! I proved it! Membuat beban hardisku semakin banyak karena menanggung itu semua. Huh! Makanya foto-foto yang kiranya nggak penting karena tidak ada wajah imutku di dalamnya (eh) aku pindahin semua tuh kee..... recycle bin. Hehehehe... #tampangtakdosa
Setelah foto selesai, tinggal video-video amatir tersisa. Dan lagi-lagi, OMG! Tindak kenarsisan masih saja merajalela. Separah itukah virus narsisius melanda negeri ini?! apa jadinya negeri ini bila virus ini terus menyebar tanpa ada kontrol dari pemerintah?!! Akan dibawa ke mana negeri ini bila para pemudanya seperti ini?! (#apakielah). Ok aku ngawur lagi, ya jadi begitulah ternyata setelah aku buka-buka banyak kenangan-kenangan yang terlewatkan dan sangat ingin kuulang. Video-video itu meski amatir, tapi bukti kuat yang tidak bisa diganggu gugat kalau aku juga pernah MUDA! Hahahahaha.... Video-video itu aku kelompokan deh dan aku rename. Hehehe... 
Video beres, tinggal folder MOVIE. Yupz, folder yang selalu bikin aku bingung. Yah, gimana mau ngga bingung, koleksi filmku udah lumayan membuat rental DVD melotot iri (madan sombong sepetit). Aku memang seneng banget nonton film dan thanks God for my internet connection, yang telah menyalurkan hobiku buat download film! Dengan adanya berbagai link download gratis, membuat hasrat ngga mau rugiku terobati. Tapi sayang link favoritku www.cinema3satu.blogspot.com telah diblokir oleh blogger, jadi rada-rada susah sekarang cari film. Nah, karena hobi pengepul film inilah leppiku suka ngambek, karena mungkin beban hidupnya (cieee) udah sangat berat belakangan. ini. Kadang jadi suka ngambek gitu nggak mau jalan dan masyaallohh loadingnyaa ngalahin neneknya kura-kura. Kadang terlintas deh di pikiranku buat hapus sebagian film yang aku punya, tapiiiii nggaaa relaaa....! Pengorbanan downloadku yang panjang dan kadang sampai aku tinggal tidur, atau kebawa mimpi, harus terbuang percuma dan menghina dina di keranjang sampah. Beratt coy... Hikzz... Makanya aku lagi ngiler bangettt pengen punya hardisk external!! Ya Alloh tolong Dinar ya Alloh! Jatuhkan tuh hardisk dari langit ketujuh atau lemparkan dari toko-toko terdekat ya Alloh... Amin Ya Alloh #ala Baim. Makanya aku putuskan untuk mempertahankan semua itu. Ini dia beberapa contoh film-film koleksiku : 

Yang mau minta, ceban ya! Hehehehe... ngga sih aku ngga sematre itu kok, cukup ditraktir makan siang untuk 2 film.  :p

Trus setelah itu movie-movie aman dalam genggaman folder-foldernya, aku beralih ke dokumen-dokumen masa lalu hasil tugas dan catatan biadab dari berbagai mata kuliah yang selalu bikin nih nafas kadang jadi kembang kempis dan otak jadi mengalami overloading capacity. Ternyata cukup banyak juga tuh hasil pemikiran dan kejeniusan dalam bentuk individu maupun kelompok. Hahahahaha. Eits tunggu, tiba-tiba pupil mataku mengecil dengan sendirinya setelah mendeteksi 1 folder tanpa permisi. "My Sucking Thesis". Uhukk uhukk uhukk... Langsung deh ini sistem syaraf  menegang dan mengirim sinyal-sinyal sensitif ke otak. Alhasil nih kepala cenut-cenut disko tanpa ampun...! Ampunnn DJ!! Ini folder satu kenapa pengaruh peletnya kerass banget yaaa... Oh Mak... Fokus...Fokus Din... Skip aja tuh folder. Sekarang coba deh beralih ke folder lain. Setelah menelusuri dan mengalihkan ini pikiran dengan menyetel mp3 dengan volume tertinggi aku menemukan sesuatu. Ini dia....!
Gambar a

Gambar b

Gambar-gambar itu aku  temukan di folder "Advertisement". Yupz, itu adalah hasil jerih payah, keringat dingin, darah daging dari tugas advertisement! Weeww... itu mata kuliah satu emang bikin ini kepala kliyengan dan bikin stress kapasitas akut. Di mata kuliah ini, kita selalu diberi tugas untuk mencari iklan sesuai tema yang bapak dosen (yang konon katanya ganteng dan cool-kas bagi sebagian orang yang aku anggap khilaf -_-") berikan dan setelah iklan tersebut dibahas dan diamati lalu dipresentasikan dengan seksama, kita WAJIB membuat imitation advertisement alias iklan imitasinya yang sesuai pesannya dengan iklan asli. Harus dengan konsep berbeda. Alhasil, sering banget kita kelabakan. Memang sih selama menanggung mata kuliah ini kita dibebaskan dengan yang namanya ujian, tapi tetepp... take home-nya bikin mblenger.
Kayak yang di atas tuh (gambar a) kita disuruh imitating iklan sepatu anak-anak kayak gambar di bawah ini. 
  
iklan asli


Trus iklan kedua (iklan b) kita disuruh imitating iklan sosial. Ini aslinya :



Kalau ingat tuh masa-masa pencarian ide dan pembuatan tugas ini sumpah deh! Bikin nafsu makan lebih tinggi (emosi). Dari mulai pencarian ide yang bikin rambut rontok, pemikiran konsep dan rancangan, belum pemotretannya. Aku sampai harus nyogok Safira dan sepupu-sepupu kecilku sebagai model buat iklan b. Hahaha.
Ternyata sekarang tuh masa sudah berlalu.  Hahahaha. Dan pengorbanan emang nggak bisa bohong, karena A dengan sukses muncul di KHS. Yah, ini mata kuliah emang bikin kita jadi berpikir kreatif sih. Mau ngga mau harus bikin sesuatu yang unik. Dan itu tugas sudah kembali memperkuat teori dari salah satu dosenku (yang sekarang sedang cuti, aku doakan semoga thesisnya cepat selesai, ehm) tentang "puncak kreatifitas seseorang terjadi saat orang itu semakin ditekan" wkwkwkwwkk :D Benerr bangett mas dosen yang di sana. Xixixixixi. Karena ini  tugas-tugas pasti selesainya mepet di malam deadline. Yah, gimana yah, entah kenapa aku selalu kebagian kelompok dengan anak-anak titisan yuyu kangkang (ngelirikSusana Ade, Yus, Ina, Nine) Lelettt kabehhh... Dan aku sebagai yang dituakan harus selalu memperpanjang ususku supaya sabarrrr... 
Yahh dan omonganku sudah semakin ngelantur ngalor-ngidul saudara-saudara. Aku memang bermasalah dengan kefokusan kayaknya. Begitulah sedikit banyak 'sampah-sampah' hidupku hari ini yang nggak tau dari mana pentingnya harus ditulis di sini. Tapi ada 1 hikmah yang bisa kita petik dari pohon jambu sebelah postinganku kali ini, "rawatlah barang-barang yang dekat dan sangat berguna bagi Anda" karena seandainya barang-barang itu bisa bicara mungkin kita sudah masuk penjara bawah tanah atau kena denda senilai jagad hiburan dikarenakan telah mengeksploitasi mereka besar-besaran sehingga melanggar Undang-Undang Perbarangan #apalahkie. 
Okeh...sebelum aku ngelantur lagi, cukup sekian postingan saya kali ini dan terimakasih untuk mata yang telah membaca, otak yang berpikir, hati yang komentar dan waktu yang anda buang.

See u next posting :D





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada Cerita Dibalik Nobar Sang Pencerah

Beberapa hari lalu aku melihat tayangan infotainment yang sedang mengulas film Sang Pencerah. Mungkin kalian udah tau film ini atau malah udah menontonnya. Karena  tayangan ini aku jadi ingat suatu moment di lebaran kemarin. Ada cerita dibalik film Sang Pencerah ini.
Aku dan keluargaku, yang terdiri dari beberapa sepupu, om, dan tanteku menonton film ini pas di hari lebaran malam (tanggal 10 September 2010). Berawal dari ide salah satu Omku dari Malang(aku memanggilnya Pak Amin.red) yang mengajak untuk menonton film ini setelah kita selesai bersungkem-sungkem ria di rumah mbah. Langsung saja kita semua antusias menyambutnya.  Termasuk bapakku (tumben banget, padahal beliau nggak pernah tertarik tuh dengan hal-hal berbau nonton film dll). Akhirnya kami sepakat untuk nobar dan memilih pemutaran pukul 19.00.
Setelah acara sungkem-sungkeman, silaturahmi, tukar cerita dan makan-makan selesai, siangnya Bapak memutuskan pulang ke rumah dulu untuk istirahat, baru sorenya ke rumah mbah lagi untuk pergi nobar. Aku pun setuju. Kami sekeluarga pulang ke Panembangan ditambah Salma (sepupuku yang sebaya dengan Safira).
Sore pun datang tapi dengan mendung yang menggantung. Sepertinya hujan akan turun. Bisa gagal nih, batinku. Jam menunjukan pukul 17.00. Salma sudah merengek-rengek (bahkan sampai menangis. Ssstt...jangan bilang siapa-siapa) minta pulang ke mbah. Takut ditinggal nonton katanya.
Akhirnya sekitar jam 17.20, kami berangkat ke mbah. Hujan sudah turun dengan derasnya. Bapakku sempat meledek Salma, “Ngga jadi nonton ngga Ma... hujan gini...” Salma yang diledek pun makin cemberut. Padahal dalam hati aku juga cemas kalau itu benar terjadi. Udah pengen nonton soalnya. Penasaran abis.
Aku memang sudah melihat iklannya dan  tv dan bertekad harus menontonnya.  Dalam iklan memang tercantum bahwa film ini akan diputar secara serentak di seluruh bioskop pada tanggal 10 September. Tapi saat itu aku juga sangsi kalau di bioskop Purwokerto, alias bisokop Rajawali,  ini termasuk di dalamnya. Yah, mengingat betapa leletnya dan tidak updatenya pemutaran film di bioskop Rajawali, yang merupakan satu-satunya bioskop yang masih ada di kotaku. Bahkan terkadang tenggang waktu dari premiernya bisa sampai 2 mingguan lebih. Sangat mengecewakan. Aku pun tak berharap banyak.
Sesampai di rumah mbah, kami solat magrib. Hujan masih terus saja mengguyur. Malah semakin deras. Aku sempat tanya ke sepupu kembarku. Dina Dini.
“Jadi nonton nggak nih??”
“Tau tuh Bapak (Pak Amin.red)... masih hujan juga...” Ngga tau Dina apa Dini deh yang ngomong ini. Aku lupa.
“Aku sangsi lho... soalnya bioskop sini lelet banget. Kayaknya sih filmnya belum ada. Apalagi ini lebaran. Mending telphon dulu apa ya?”
“Masa sih Mba?? Punya nomor  telephonnya ngga mba?”
“Tapi aku nggak punya. Ntar deh coba kutanya.”
Aku langsung tanya ke beberapa temanku, tapi nihil.
Sementara hujan sepertinya tak punya niatan untuk berhenti.
Lalu aku dan sepupu-sepupuku disuruh makan malam.
“Makan...makan dulu....  nanti setelah itu berangkat,”kata omku.
Ternyata benar, setelah makan, omku langsung nyalain mobil. Padahal hujan lagi gede-gedenya. Pantang mundur ternyata.
“Ayo...ayo..mb Dinar ikut?”
“Ini jadi mau nonton?”tanyaku masih tak percaya. Gilaa hujane derese puoll... enakan meringkuk di kasur...
“Ya ini Pak Amin, Dina Dini, sama anak –anak cowok mau berangkat. Kalau ikut ayo, sama Fira juga. Bilang ke bapak dulu,”kata Omku semangat. Padahal sepupu kembarku itu yang notebene anaknya, baru saja dioperasi skoliosis dan masih dalam tahap penyembuhan. Ckckck... semangat sekali Omku ini. Si kembar juga tak kalah semangat sih.
Akhirnya aku bilang ke bapak yang masih di mushola. Bapakku ternyata nggak jadi ikut, dingin katanya. Ternyata beberapa orang yang tadinya mau ikut juga mundur, mungkin enggan karena hujan yang begitu deras.
Ya udahlah dengan tekad baja, dan semangat pantang mundur berangkatlah aku, adikku, beberapa sepupuku,  menuju bioskop.  Menerjang derasnya hujan dan dinginnya malam juga melawan rasa kantuk yang menyerang.  Khawatir juga sih kalau filmnya masih belum diputar atau bioskopnya tutup.  Secara ini malam lebaran gitu lho. Sia-sia nanti pengorbanan.
Sekitar 15menit kemudian sampailah kita di bioskop. Dan ternyata di sana udah ada salah seorang tante dan sepupuku yang berangkat dari rumah mereka. Ouh, keluargaku ternyata semangatnya tinggi-tinggi juga. Hehehehe. Sampai di ruang tunggu, bisakah kalian bayangkan, sepiiiinyaaa bioskop itu??? Cuma ada sekitar 23 orang yang sedang duduk dan selebihnya hanya petugas bioskop. Wakzz!!
Setelah urusan tiket selesai, kita kembali dikejutkan dengan keadaan theater room yang kosong dan gelap tak terlihat satupun pengunjung... tapi waktu itu film udah mulai diputar.
“Mba... gila...ini Cuma kita apa yang nonton??” kata salah seorang sepupuku sambil melengak-lengok kesana kemari.
“Kayaknya sih gitu... Emang Cuma keluarga kita kali yang punya ide buat nonton film di bioskop pas lebaran... Benar-benar serasa bioskop pribadi.... hahaha”
“Iyya... bener-bener home theater milik sendiri.... hahahaha.”
Akhirnya kita memilih tempat duduk, setelah sempet bingung karena begitu banyak pilihan.
Setelah nyaman dengan posisi masing-masing. Mulailah kita konsen ke film Sang Pencerah.
Berawal dari Kiai Dahlan Muda (Darwis) yang diperankan oleh Ikhsan Idol yang pergi ke tanah suci Mekkah untuk menuntut ilmu dan haji. Yang kemudian pulang ke kampungnya di Kauman, Yogyakarta. Kia Dahlan dewasa kembali sudah menjadi orang yang berpendidikan dan kemudian menikahi Nyai Ahmad Dahlan (Zaskia Adya Mecca). Beliau mulai bergabung menjadi pengurus Masjid Agung. Sampai kemudian beliau mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan dan ketidaksesuaian ajaran-ajaran Islam seperti arah kiblat dan sebagainya. Ini membuat kegelisahan dalam diri Ki Ahmad Dahlan. 
 Film ini benar-benar menggambarkan perjuangan KHA Dahlan sejak dia masih menjadi Darwis sampai dia berubah nama menjadi Haji Dahlan. Darwis muda sudah gerah dengan ritual Islam yang sering melenceng dari Quran dan Hadits, sehingga ketika ilmunya makin mencukupi maka mulailah dia bergerak untuk menunjukkan islam yang sesuai ijtihadnya.
Lukman Sardi bermain sangat apik dalam film ini. Dia bisa menggambarkan betapa rapuhnya Dahlan ketika begitu banyak hujatan menimpa dirinya tetapi dia juga bisa menunjukkan betapa tegarnya hatinya terhadap keyakinan yang dipegangnya. Aku bener-bener tambah salut sama tuh orang. Keren.
Mengenai setting dll sih aku nggak gitu ngerti ya. Tapi menurutku sih Mas Hanung Bramantyo udah cukup sukses membuat film ini. Setting tempat seperti daerah-daerah kuno di Kauman benar-benar tergambar di sini. Keren. Nggak salah Pak Yusuf Kalla dan Pak Budianto memberi apresiasi tinggi akan film ini. Juga untuk Ketua Muhammadiyah sendiri Pak Din Syamsudin sampai nonton film ini 6 kali katanya lho.
Pokoknya ngga sia-sia deh pengorbanan aku dan keluargaku, menerjang hujan disertai petir, melawan rasa malas, dan kantuk untuk nonton film Sang Pencerah ini... Yang nggak jadi nonton beneran rugi.Itu benar-benar moment tak terlupakan. Hehehe...
Makanya bagi yang belum nonton, nonton yah... (^_^)




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS