Yutaka Kobayakawa - Lucky Star
RSS
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Safira.... SNSD wanna be...

Hei Guyz...
Aku ingin bercerita sedikit. Akhir-akhir ini Safira, adikku sedang kumat centilnya. Dia lagi gandrung sekali dengan SNSD atau Girl's Generation, sebuah girl group atau girl band asal Korea. Tentu beberapa dari kalian sudah tidak asing dengan 9 cewek-cewel cantik ini. Grup yang terdiri dari Taeyeon, Yoona, Yuri, Tiffany, Jessica, Sunny, Soehyun, Sooyung dan Hyoyeon memang sungguh memikat ketika mereka menyanyi sambil menari.

 Paduan kemampuan menyanyi dan dance mereka yang keren dan cukup profesional membuktikan keberhasilan usaha training mereka yang rata-rata dimulai dari umur 13 tahun di bawah naungan SM Entertainment.
Yah, awalnya aku tidak begitu tahu mereka, sampai salah satu teman memperkenalkan dan setelah aku cari di Youtube beberapa MV dan perform mereka, sekarang tampaknya aku sudah sangat keracunan dan menjadi S♡NE (소원).... Hahahahaha... Yah lagu-lagu mereka rata-rata enak didengar dan dance yang sangat addictive seperti Gee, Into The New World, Oh, Genie, Kissing You, membuat mereka sangat mudah disukai.  Let's see...
 Gee MV


 Into The New World Live Performance

Apalagi setelah melihat beberapa talkshow, reality show dan variety show mereka, kepribadian mereka yang kocak gila, apa adanya, rendah hati (dilihat dari cara mereka berbicara dll) benar-benar membuatku tambah suka pada girl group ini. Mereka benar-benar human being kataku sih, sama kayak kita pada umumnya, nggak memperlihatkan  mereka seorang bintang besar di kehidupan sehari-harinya. So, I love them... hehehehe.....
Jadi, karena ketertarikanku pada SNSD ini tentu saja mempengaruhi Safira. Dia sekarang selalu memutar lagu-lagu mereka sambil menari-nari ngga jelas menirukan mereka, berharap bisa mengikuti gerakan-gerakan luwes mereka seperti crab leg dance, arrow dance, annyeong dance dll. Hahahaha.... aku terkadang tertawa kalau lihat dia lagi kumat centilnya. Dengan polosnya dia bilang ingin seperti mereka, ingin terkenal dan jadi artis Mba Na... Begitu katanya... Salah lagu SNSD yang paling dia suka adalah Gee... Dia selalu joget-joget ngga jelas mengikuti lagu ini....
Check it Out.....
Safira danced Gee :D

 Safira danced Hahaha song... :D

 Yahh... itulah perform dari Safira yang sedang bertingkah SNSD wanna be.... Kepolosannya membuatku selalu tertawa.... Terus gantungkan mimpimu my little sweety.... :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Family is a joy and love

Heii...Heii...
Wahhh.... lama sekali rasanya ngga ngepost! Duhh, serasa lapakku penuh debu dan laba-laba bergelantungan #kibas-kibas kemoceng... Mmm... Yahh aku emang udah lama sekali ngga nyampah di sini... Bukan karena sibuk nyusun skirpsi, bukan karena lagi kerja sampingan apalagi karena sibuk wisuda! (perih nih ulu hati abis ngomong itu)... aigooo... Semata-mata alasanku ngga ngeblog karena m.a.l.a.s.... yah aku jujur dalam hal ini. Sebenarnya kemarin-kemarin banyak kejadian yang cukup menarik buat diposting tapi gimana, apa daya keinginan tak mau...
Oke sudahlah lupakan saja... #skip#
Mmmm.... Mmmm.... Mmmm.... #nunjuk dengkul
Tapi sekarang giliran aku bingung mau ngomongin apa??? Omigoshh... Enaknya ngomongin apa yaa...
Mau ngomongin lebaran uda basi banget... Ini uda beberapa minggu berlalu coba... Hasshhh... Tapi daripada bingung, aku pamerin aja ya beberapa foto lebaranku kemarin dengan sepupu-sepupuku yang manis-manis Dina Nisrina, Dini GhaisaniHanie, Nabila, Indah.... (haruse aku dapat ceban nih)...
Cekibrott gann...



The one greatest time is fishing garden party time!
bakar...bakarr..
mancing-mancing...
Jadi kangen saat itu... Rame banget saat keluarga besar kumpul... I love them :D

Sayang banget ngga bisa ikut pas sesi foto2 :'(

Family is a joy, fun and love
When we are around, we just can laugh
Even know  people leave they still a live in my heart
They give love so much and never ask too much
Family is supposed to be there for you
Family is supposed to understand and trust you
Love them as much as much you can

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fasting, Bubbles, Firework & Fira

Hi...
I am here... again... :D
We are still fasting in this great month. How is about your fasting?? Wish it is great n enjoyable as I do. For 3 days a go, I really enjoy my fasting. I do not feel hungry or thirsty. The time is passed quickly in my home. Hahaha.  I do my great moment with my lil-sister, Safira Rosmaniar. We spend time a lot together after she was from school.

We played bubbles soap....




At night, we played fireworks :D





We have the quality time together :D
I am proud of her because she do fasting happily. 
Love u my lil-sist :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Safira dan Mainannya

Hei Guyz...
Lagi ngapain nih? Pastinya lagi santai dong... Coz kalau ngga, ngga mungkin bela-belain baca blog ini... #emang segitu pentingnya apa??!! Okeh, di postingan kali ini, aku mau cuap-cuap tentang kegiatan adikku Safira Rosmaniar. Beberapa hari ini, dia lagi gandrung banget main baby mini. Apa itu? Apa kalian asing dengan mainan ini?
Ini dia...



 Yupz!! Harusnya nih bagi kamu-kamu yang pernah melalui tahap anak-anak tahu mainan ini, terutama cewek. Kecuali kalau kalian lahir-lahir langsung gede kayak sekarang (Na'udubillah kasihan banget emak-emak kalian). Baby mini ini sekarang pun masih menunjukan eksistensinya dengan memonopoli dunia anak-anak adikku... Belakangan Safira lagi tekun banget tuh utak-atik baby mininya... Tekun juga ngemis-ngemis ke Mama buat dikasih uang jajan lebih... Si barbie-barbienya macam Elisa, Mona, Zizi dan Majnun lagi benar-benar dicuekin. Ngelirik aja nggak. Tatapannya sekarang ke barbie cuma... Lo-Gue --> END!
Kasihan banget tuh barbie cuma bisa nangis di bawah meja dan ngumpet di dalam lemari. Untung kulitnya terbuat dari plastik tuh jadi ngga berdarah-darah waktu motong-motong urat nadinya pakai golok.
Yahh... begitulah anak-anak. Gampang bosan dan ngga setia (sama mainannya). Maklum masih labil. Kalau lagi suka, sukaaa banget, sampe dibawa tidur, kalau lagi benci nggak ingat masa-masa indah bersama #apabanget.
Untuk memenuhi hasrat bermain baby mininya, pulang sekolah tadi Safira udah obrak-abrik rumah tuh nyari segala benda buat dijadiin aksesoris dan perlengkapan baby mini. Yah dikarenakan terbatasnya koleksi baby mini dan segala peralatannya, maka doi guntang-gunting, lipat-lipat, potong-potong kardus-kardus bekas. 
Tadinya sih aku nggak perhatiin tuh doi lagi ngapa, sliwar-sliwer di dalam rumah sibuk sendiri. Aku cuek aja nerusin kegiatanku ngitung rambut dan ngitung utang (apaan coba) tanpa menengoknya.
Trus setelah pusing ngitung utang dan pegel sekaligus depresi ngitung rambut, aku beranjak dari kamar ke teras...
Dan......
Disanalah adikku lagi ngejongkrok (??) lagi duduk dengan antengnya utak-atik kardus... Lalu karena penasaran aku intip-intip deh tuh dikit-dikit... Dan weleh-weleh...

Dia mengubah kardus-kardus tissue...

Menjadi...

Ternyata dia bikin rumah-rumahan kotak buat baby mini. Yah mungkin karena keinginannya yang tak terbendung untuk memenuhi kebutuhan sang baby mini dia rela tuh bikin RSSUBM (Rumah Sangat Sederhana Untuk Baby Mini) *mekso. Uhh... aku jadi terharu... Pemilik yang sangat baik... *Uhukuhukuhuk...
Inilah karya rumah petak RSSUBM by Safira Rosmaniar...


yah meskipun sederhana, tapi cukup aneh juga *nah lho?



 ini meja dan vas bunganya :D

ini kursi (ruang santai)


Ceritanya lagi lihat tv (katanya)

ruang dandan

Trus nih, saking telatennya atau saking ngga ada kerjaannya tuh Safira sampai bikin frame foto buat baby mini. Kebayang kan betapa kecilnya tuh frame..

ya dipilih...dipilih...

 Yah... sungguh berbahagia baby mini-baby mini ini... karena mendapat tempat layak untuk ditempati... sehingga mereka nggak terlantar di keranjang sampah dan jembatan-jembatan *halah!


Semoga amal adikku untuk membangun rumah bagai tunawisma baby2 mini dicatat sama malaikat Raqib... Amin... #Tolong Fira Ya Alloh! *ala Baim

Oke... gitu deh postinganku kali ini. Mungkin rada-rada ngga penting gitu ya... tapi sutralah! Selama ini kan posting-posting penting macam KPK, Gayus, PPSI dan kasus Melinda Dee sudah bejibun... 
Jadi biarlah postingan tak penting macam ini menjadi selingan...
Itu semata karena aku pengen mencurahkan, menuliskan, mengungkapkan kepada dunia aja biar eksis gitu... *apalah


So, cukup sekian dan terimakasih. Komen dong, jangan lupa absen tuh di chatbox...
nantikan postingan-postingan lebih lanjut...
:D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ultah Mamaku yang Aneh...

Hei Guyz...
Hari ini, 6 Juni 2011... My Lovely Mom ultah.... Dan asal tahu saja Mamaku ini paling ooogaaahh ultahnya dirayain atau diapa-apain (maklum mamaku pemalu dan suka terharu getoo)... Belum pernah sekalipun dalam hidupnya ultahnya dirayain atau minimal syukuran... Sering kali malah beliau lupa tuh sama hari ultahnya... Otomatis, aku sebagai anaknya juga sering lupa sama ultahnya (anak kurang ajar?! lha gimana lagi) Mmmm.. ultah memang merupakan hal yang biasa dan bukan apa-apa baginya. Hehhehe... Beda banget kalau anak-anaknya yang ultah... Mama malah yang heboh tanya mau pengen apa... Mamaku ini meskipun cerewet tapi penyayang bangetttt deh... Ngga ada duanya (lha iya wong mamanya cuma satu itu).... Hehehehe... 
Dan kali ini, aku pun juga hampir lupa kalau ini hari ulang tahunnya... Aku santai-santai saja di rumah. Mamaku pun begitu. Melakukan kegiatan seperti biasa khas ibu-ibu... Cuma memang Mamaku lagi agak sensi karena mikirin Safira yang lagi UKK (Ujian Kenaikan Kelas), khawatir anak bungsunya itu nggak bisa ngerjain soal. Secara adikku ini istimewa banget, dia adalah anak terSantaiiii seIndonesiaaa... Belajar saja harus disertai dengan rayuan gombal seribu pulau dan dorongan sekuat gerobak pasar (apa banget)... Dia sama sekali bukan anak bodoh tapi malasnyaa itu yang kadang bikin Mamaku sensi... istilah Banyumase ndableg... Dunianya masih dunia bermain saja... So pasti Mamaku lagi sering ribut nyuruh adikku belajar... Hari ini saja setelah Safira berangkat, Mamaku masih saja kepikiran... Sambil terus menerus berdoa agar anak bungsunya itu dapat menghadapi perang ujian kenaikan kelas yang maha dahsyatt #apabanget...  Makanya boro-boro mikirin ultahnya deh... 
Sampai kemudian adikku pulang sekolah, langsung deh diberondong pertanyaan. Gimana tadi ujiannya? bisa ngga?susah ngga?
Dan dengan santainya Safira menjawab, "Sussahhh bangettt..." sambil muka ngos-ngosan (maklum dia pulang pakai kaki.. jalan kaki maksuttee) Mamaku langsung terperangah..."Kok bisaa? tadi malam belajarnya gimana?"
"Tadi agama cuma salah 5 Ma dari 50 soal... Bahasa Indonesia yang susah" kata adikku polos dan santai... Tanpa beban... 
Aku langsung menengahi.. "Bagus dong Fir... lumayan lah Ma..." kataku menenangkan Mama yang mulai akan meluncurkan tembakan kata-kata susulan. 
Yah, begitulah ibu-ibu, suka parno kalau anaknya lagi ujian... Setelah atmosfer panas mereda, tiba-tiba adikku masuk ke kamarku. "Mba Na... ini kan ultahnya Mama..."  
Demi nama Einstein baca buku! Aku lupaa... 
"Duh gimana nih Fir? lupa lagi ngga beli hadiah... Mmm..ambil lilin sana..."
Aku lalu langsung inspeksi ke dapur, Mamaku lagi bersih-bersih kulkas beserta isi kulkasnya (ckckck). 
Lalu mataku tertumbuk pada roti bundar manis yang aku beli kemarin. Aku ambil deh diem-diem... 
Karena ngga ada kue tart roti bundar pun jadi lah... Aku tancepin deh tuh lilin ke roti bundar... Agak maksa sih... tapi tak apalah yang penting kan niatnya... hahahahaha

kue ultah termurah dan terwagu... :D 
Fira bereksperimen

Yahh.. bukannya kita pelit atau apa... tapi sudah tak ada waktu buat beli... jauh pula. toko kue dari rumah kami.. jadi optimalkan barang-barang yang ada... yang penting kan ketulusan dan niatnya (ngeles gaya kodok)....
Setelah tuh kue jadi, mengendap-endap deh kita kayak maling jemuran... Tak lupa aku siapin kamera buat ngerekam momen bersejarah ini. 
Langsung deh begitu kata action berkumandang, kita langsung nyanyi-nyanyi Happy Birthday sekuat-kuatnya (setelah aku analisa ternyata tuh nyanyian hanya berupa teriakan ngga jelas)... Otamatis Mamaku kaget tuh (untung ngga jantungan) dan ketawa terbahak-bahak sambil mbatin anak-anakku so sweet bangett sihh (yang ini karanganku belaka). Sambil tertawa dan menutupin mukanya pakai tempat sampah (asli! ngga ada barang lain apa buat nutupin ya?) karena malu dan terharu...  Beliau  malh ngusir kita (tega T_T).  Masih teriak-teriak aja tuh Safira minta ditiup lilinnya... Dan mamaku (masih dengan menutupi muka malah lari-larian di dapur, dikejar-kejar Safira... malah jadi kayak film India tuh adegannya  #geleng-geleng kepala. Setelah berhasil mengejar Mama, si lilin pun berhasil ditiup dengan kecepatan cahaya, gilaaa cepet banget tuh lilin matii... belum juga aku jeprett... Mana mamaku ngga mau reka ulang adegan tadi buat nih blog. 
Akhirnya, acara ultah yang aneh pun diakhiri dengan ucapan ultah (yang aneh pula) dari aku dan adikku. Habisnya Mamaku malah lari-lari sambil ngomel-ngomel waktu aku mau kasih kiss2 dan hug2 kayak adegan-adegan di sinetron itu.... Hufftt  mama yang aneh... Hehhehehe (sekarang aku tau darimana gen aneh yang mengalir dalam diriku!)
Ya begitulah sepotong cerita ultah yang aneh dan wagu dariku...  Seperti sepotong kue ultah yang aneh dan wagu pula... Meskipun ultahnya wagu tapi sangat bermakna lah.. Karena aku tahu bahwa aku punya Mama yang aneh.. ups... maksudnya Mama yang sangat hebatt dalam memberikan kasih sayang padaku, Bapak dan Fira... Mamaku itu wonderwoman... Meski kecerewetannya selalu memenuhi seisi rumah kalau lagi ngomel tapi hatinya selembut beludru sutra dari Cina (ciee)... Mamaku selalu sabar menghadapi anak-anaknya dan suaminya... 
Maafkan anakmu ini yang seringkali membuatmu sedih dan bisa ngasih apa-apa  di ultahmu apalagi  membalas semua kasih sayangmu... (asli aku berkaca-kaca pas nulis ini! T_T)

Love u Mom... U are the best in my life...
*kiss & hug*





You always care for me
You always walk beside me
You do the greatest things just for me
You treat me like angel
You hug and kiss me when I have tears and fears
I am proud to have and call you Mother...
I am the lucky one to be your daughter...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pagelaran Wayang



Hai Guyz :D
Apa kabar hari ini?? Pertanyaan yang klise banget ya. Soalnya aku bingung ini mau mulai dari mana. Hahahaha jujur banget. Biasalah starting is the most difficult thing in writing... Sebenarnya di posting kali ini aku mau menceritakan tentang Pagelaran Wayang di desaku selasa malam kemarin (31/05/2011). Bagi kalian yang baca statusku di fb dan twitter mestinya uda tau... Soalnya aku heboh sendiri... hahaha norak ya... Norak tapi eksis ngga apa-apa dong...(maksa)... 
Oke, lets start... Once upon a time (halah). Ceritanya tuh hari selasa itu di desaku ada Pagelaran Wayang yang katanya pihak dari kabupaten yang ngadain dalam rangka memperingati Hari Pancasila 1 Juni itu... (psstt...aku malah baru tau pas nonton, maklum uda ngga menginjakkan kaki di bangku sekolah).
Otomatis deh, aku dan keluargaku capcus nonton... Kita sempat khawatir hujan akan turun malam itu dikarenakan sekitar jam 15.00 hujan turun agak deras. Tapi mungkin karena pawang hujannya sakti dan doa seluruh umat yang ingin menonton wayang begitu khusyu'a, habis maghrib terang benderang... Asyikk... Habis isya aku, Safira dan mami tercinta langsung capcus meninggalkan bapak (tegaa..), ngga kok bapakku juga nyusul ntar. Soalnya kan mau menyambut Bapak Wabup, nggak enak lah mau nggak datang soale kan Pak Wabup udah tau kita rumahnya di sini (okeh nggak usah herann gitu deh.. nyata itu :p). Tak lupa deh  sebelum berangkat narsis dulu... 

Safira's style

my style

Nah, Pagelaran Wayang yang diadakan di balai desa Panembangan (desaku) emang dihadiri oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati (ngga usah mlongo gitu) dan diadakan semalam suntuk oleh 4 dalang. Sebelnya, waktu aku posting status tuh banyak yang ngga percaya, bahwasanya akan dihadiri bapak-bapak pejabat itu. Mentang-mentang tuh rumahku ndeso, pelosok, cuma ada sinyal telkomsel, (hikzz) dkira aku mengada-ada kali yeee... Okeh it's proven! *sorot mata ala Susana. 
Yah meski aku juga sampai sekarang masih bingung kenapa di antara sekian banyak desa di kabupaten Banyumas kenapa desaku yang dipilih ya??? Emang sih konon katanya karena mereka tau rumah Dinar Faiza itu di Panembangan sini (gubraakkk!). 
Okeh lanjut ya, sesampainya di balai desa, uda banyak banget orang-orang yang nonton. Pendopo balai desa pun sudah ditata sedemikian rupa bak panggung shownya Avril Lavigne (ngimpi!). Langsung deh aku nyempil ke bagian depan biar bisa live (for God's sake! thanks for my size). Xixixixi... Musik Gendingan sudah ditabuh. Sinden-sinden pun mulai menyanyi... Asyikk bener dahh...


Sorry deh kalau foto-fotonya jelek, kamera amatir, malam hari lagi...

Tak lama kemudian, terbuktilah kalau Bapak Bupati Banyumas, Mardjoko dan Bapak Wakil Bupati Ir. Achmad Husein datang.... Welcome to da club Pak! hahahaha

Pak Marjoko (Bupati Banyumas)

Acara pun dimulai, dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila tentunya oleh para hadirin..


dilanjut acara sambutan-sambutan lalu penyerahan wayang secara simbolik dari Pak Bupati ke 4 dalang yang akan tampil semalam suntuk! Yang hebatnya salah satu dalang tersebut adalah Bapak Wabup sendiri, Pak Husein. Kerenn dahh waktu beliau ndalang... Ini dia... 


Pokoknya tambah salut deh aku sama beliau. Mana baik lagi orangnya (I have proved it!). Penampilan beliau menyihir antusiasme penonton... Banyak banget penonton sampai rela berdesak-desakan nih... 


Safira di antara penonton


Acara berlangsung cukup meriah, lapangan dan balai desa Panembangan dipadati masyarakat yang datang berbondong-bondong. Entah itu dengan keluarga, pacar atau teman. Lapangan disulap seperti pasar malam dadakan. Banyak sekali penjual makanan, mainan, jagung bakar dan lainnya.

Penonton yang berjubel

Pedagang

Dipih..dipilih..dipilih...

Setelah cape menonton sang dalang beraksi, aku, mama dan fira memutuskan untuk minggir mencari sesuap nasi, semangkok bakso atau sepiring martabak (??). Secara gituu perut kita uda keroncongan karena belum makan sore dan makan malam (maruk)... Aku dan mama memutuskan memilih bakso sebagai santapan dan Fira lebih memilih nasi goreng bersama Jihan (keponakanku). Okelah dengan kecepatan cahaya lampu aku makan dengan lahap (apaan sih?). Setelah kenyang, lalu kami menuju penjual jagung bakar (heheh). Hasrat makan boleh tepenuhi tapi hasrat camilan masih separo terpenuhi (kemaruk.com).
Puas makan dan keliling lapangan, kita memutuskan untuk pulang. Dan masalah datang karena hp bateraiku abis, jadi tak bisa menghubungi mamasku (mas Imam) buat jemput. Mau nunggu bapak yang masih di pendopo dipastikan kita akan mengakar di tanah. Soalnya bapak pasti sampai malam banget. So, diputuskan dengan hati berat dan kepaksa kita jalannn kakiii sampe rumahhh... Okelah tak apa (T__T) uda kenyang ini... Dan ternyata di jalan kita ketemu tetangga-tetangga, jadi nggak kerasa deh jalan sambil ngobrol (ngga kerasa kaki mau copot maksuteee).
Cukup puas kita nonton wayang dan tukang jajanan... hehehehe. Sementara di lapangan dan pendopo masih banyak orang yang antusias menonton semalam suntuk. Antusiasme masyarakat (termasuk aku :p) membuktikan bahwa mereka haus hiburan dan kesenian tradisional seperti ini. Wayang memang jarang ada sekarang. Kebanyakan kalau 17 Agustus pun paling hanya ada organ tunggal, dangdut atau sejenisnya. Kesenian seperti wayang, ebeg, lengger sudah jarang tampil. Sedih... Makanya senang sekali waktu ada acara ini di desaku. 
Jadi sebagai warga Panembangan, saya, Dinar Faiza, mewakili warga semua di sini bangga dan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pelanggan dan konsumen, ups, terimakasih kepada semua pihak yang sudah menyelenggarakan Pagelaran Wayang ini dan memilih desa saya yang asri, sejuk, indah ini... (uhuk). Semoga acara-acara seperti ini sering-sering diadakan. Amin...

Okay, I think that's all... Thanks for reading! See u in the next post...! :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada Cerita Dibalik Nobar Sang Pencerah

Beberapa hari lalu aku melihat tayangan infotainment yang sedang mengulas film Sang Pencerah. Mungkin kalian udah tau film ini atau malah udah menontonnya. Karena  tayangan ini aku jadi ingat suatu moment di lebaran kemarin. Ada cerita dibalik film Sang Pencerah ini.
Aku dan keluargaku, yang terdiri dari beberapa sepupu, om, dan tanteku menonton film ini pas di hari lebaran malam (tanggal 10 September 2010). Berawal dari ide salah satu Omku dari Malang(aku memanggilnya Pak Amin.red) yang mengajak untuk menonton film ini setelah kita selesai bersungkem-sungkem ria di rumah mbah. Langsung saja kita semua antusias menyambutnya.  Termasuk bapakku (tumben banget, padahal beliau nggak pernah tertarik tuh dengan hal-hal berbau nonton film dll). Akhirnya kami sepakat untuk nobar dan memilih pemutaran pukul 19.00.
Setelah acara sungkem-sungkeman, silaturahmi, tukar cerita dan makan-makan selesai, siangnya Bapak memutuskan pulang ke rumah dulu untuk istirahat, baru sorenya ke rumah mbah lagi untuk pergi nobar. Aku pun setuju. Kami sekeluarga pulang ke Panembangan ditambah Salma (sepupuku yang sebaya dengan Safira).
Sore pun datang tapi dengan mendung yang menggantung. Sepertinya hujan akan turun. Bisa gagal nih, batinku. Jam menunjukan pukul 17.00. Salma sudah merengek-rengek (bahkan sampai menangis. Ssstt...jangan bilang siapa-siapa) minta pulang ke mbah. Takut ditinggal nonton katanya.
Akhirnya sekitar jam 17.20, kami berangkat ke mbah. Hujan sudah turun dengan derasnya. Bapakku sempat meledek Salma, “Ngga jadi nonton ngga Ma... hujan gini...” Salma yang diledek pun makin cemberut. Padahal dalam hati aku juga cemas kalau itu benar terjadi. Udah pengen nonton soalnya. Penasaran abis.
Aku memang sudah melihat iklannya dan  tv dan bertekad harus menontonnya.  Dalam iklan memang tercantum bahwa film ini akan diputar secara serentak di seluruh bioskop pada tanggal 10 September. Tapi saat itu aku juga sangsi kalau di bioskop Purwokerto, alias bisokop Rajawali,  ini termasuk di dalamnya. Yah, mengingat betapa leletnya dan tidak updatenya pemutaran film di bioskop Rajawali, yang merupakan satu-satunya bioskop yang masih ada di kotaku. Bahkan terkadang tenggang waktu dari premiernya bisa sampai 2 mingguan lebih. Sangat mengecewakan. Aku pun tak berharap banyak.
Sesampai di rumah mbah, kami solat magrib. Hujan masih terus saja mengguyur. Malah semakin deras. Aku sempat tanya ke sepupu kembarku. Dina Dini.
“Jadi nonton nggak nih??”
“Tau tuh Bapak (Pak Amin.red)... masih hujan juga...” Ngga tau Dina apa Dini deh yang ngomong ini. Aku lupa.
“Aku sangsi lho... soalnya bioskop sini lelet banget. Kayaknya sih filmnya belum ada. Apalagi ini lebaran. Mending telphon dulu apa ya?”
“Masa sih Mba?? Punya nomor  telephonnya ngga mba?”
“Tapi aku nggak punya. Ntar deh coba kutanya.”
Aku langsung tanya ke beberapa temanku, tapi nihil.
Sementara hujan sepertinya tak punya niatan untuk berhenti.
Lalu aku dan sepupu-sepupuku disuruh makan malam.
“Makan...makan dulu....  nanti setelah itu berangkat,”kata omku.
Ternyata benar, setelah makan, omku langsung nyalain mobil. Padahal hujan lagi gede-gedenya. Pantang mundur ternyata.
“Ayo...ayo..mb Dinar ikut?”
“Ini jadi mau nonton?”tanyaku masih tak percaya. Gilaa hujane derese puoll... enakan meringkuk di kasur...
“Ya ini Pak Amin, Dina Dini, sama anak –anak cowok mau berangkat. Kalau ikut ayo, sama Fira juga. Bilang ke bapak dulu,”kata Omku semangat. Padahal sepupu kembarku itu yang notebene anaknya, baru saja dioperasi skoliosis dan masih dalam tahap penyembuhan. Ckckck... semangat sekali Omku ini. Si kembar juga tak kalah semangat sih.
Akhirnya aku bilang ke bapak yang masih di mushola. Bapakku ternyata nggak jadi ikut, dingin katanya. Ternyata beberapa orang yang tadinya mau ikut juga mundur, mungkin enggan karena hujan yang begitu deras.
Ya udahlah dengan tekad baja, dan semangat pantang mundur berangkatlah aku, adikku, beberapa sepupuku,  menuju bioskop.  Menerjang derasnya hujan dan dinginnya malam juga melawan rasa kantuk yang menyerang.  Khawatir juga sih kalau filmnya masih belum diputar atau bioskopnya tutup.  Secara ini malam lebaran gitu lho. Sia-sia nanti pengorbanan.
Sekitar 15menit kemudian sampailah kita di bioskop. Dan ternyata di sana udah ada salah seorang tante dan sepupuku yang berangkat dari rumah mereka. Ouh, keluargaku ternyata semangatnya tinggi-tinggi juga. Hehehehe. Sampai di ruang tunggu, bisakah kalian bayangkan, sepiiiinyaaa bioskop itu??? Cuma ada sekitar 23 orang yang sedang duduk dan selebihnya hanya petugas bioskop. Wakzz!!
Setelah urusan tiket selesai, kita kembali dikejutkan dengan keadaan theater room yang kosong dan gelap tak terlihat satupun pengunjung... tapi waktu itu film udah mulai diputar.
“Mba... gila...ini Cuma kita apa yang nonton??” kata salah seorang sepupuku sambil melengak-lengok kesana kemari.
“Kayaknya sih gitu... Emang Cuma keluarga kita kali yang punya ide buat nonton film di bioskop pas lebaran... Benar-benar serasa bioskop pribadi.... hahaha”
“Iyya... bener-bener home theater milik sendiri.... hahahaha.”
Akhirnya kita memilih tempat duduk, setelah sempet bingung karena begitu banyak pilihan.
Setelah nyaman dengan posisi masing-masing. Mulailah kita konsen ke film Sang Pencerah.
Berawal dari Kiai Dahlan Muda (Darwis) yang diperankan oleh Ikhsan Idol yang pergi ke tanah suci Mekkah untuk menuntut ilmu dan haji. Yang kemudian pulang ke kampungnya di Kauman, Yogyakarta. Kia Dahlan dewasa kembali sudah menjadi orang yang berpendidikan dan kemudian menikahi Nyai Ahmad Dahlan (Zaskia Adya Mecca). Beliau mulai bergabung menjadi pengurus Masjid Agung. Sampai kemudian beliau mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan dan ketidaksesuaian ajaran-ajaran Islam seperti arah kiblat dan sebagainya. Ini membuat kegelisahan dalam diri Ki Ahmad Dahlan. 
 Film ini benar-benar menggambarkan perjuangan KHA Dahlan sejak dia masih menjadi Darwis sampai dia berubah nama menjadi Haji Dahlan. Darwis muda sudah gerah dengan ritual Islam yang sering melenceng dari Quran dan Hadits, sehingga ketika ilmunya makin mencukupi maka mulailah dia bergerak untuk menunjukkan islam yang sesuai ijtihadnya.
Lukman Sardi bermain sangat apik dalam film ini. Dia bisa menggambarkan betapa rapuhnya Dahlan ketika begitu banyak hujatan menimpa dirinya tetapi dia juga bisa menunjukkan betapa tegarnya hatinya terhadap keyakinan yang dipegangnya. Aku bener-bener tambah salut sama tuh orang. Keren.
Mengenai setting dll sih aku nggak gitu ngerti ya. Tapi menurutku sih Mas Hanung Bramantyo udah cukup sukses membuat film ini. Setting tempat seperti daerah-daerah kuno di Kauman benar-benar tergambar di sini. Keren. Nggak salah Pak Yusuf Kalla dan Pak Budianto memberi apresiasi tinggi akan film ini. Juga untuk Ketua Muhammadiyah sendiri Pak Din Syamsudin sampai nonton film ini 6 kali katanya lho.
Pokoknya ngga sia-sia deh pengorbanan aku dan keluargaku, menerjang hujan disertai petir, melawan rasa malas, dan kantuk untuk nonton film Sang Pencerah ini... Yang nggak jadi nonton beneran rugi.Itu benar-benar moment tak terlupakan. Hehehe...
Makanya bagi yang belum nonton, nonton yah... (^_^)




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS