Yutaka Kobayakawa - Lucky Star
RSS

Apa yang sedang kupikirkan?


Aku sedang cemas.
Cemas dengan hidupku.
Cemas dengan masa depanku.

Aku dengan bingung.
Dengan tujuan hidupku.
Dengan apa yang kumau.
 
Aku dengan marah.
Marah dengan sifatku.
Yang tak kunjung berubah.

Aku sedang bertanya-tanya.
Mau jadi apa nanti aku jadinya.
Mau dibawa ke mana hidupku nantinya.

Aku sedang menunggu.
Menahan rindu yang membelenggu.
Kepada kamu tulang rusukku.

Aku sedang takut.
Bila sesuatu yang pasti itu akan datang menjemputku
Sebelum kamu berada di sisiku.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sudah saatnya ada Pak Kasur, A.T Mahmud atau Papa T.Bob lain sekarang!

Aku sekarang lagi merasa prihatin . Prihatin banget. Sama adikku, sepupu-sepupu kecilku, anak-anak tetanggaku, dan anak-anak Indonesia pada umumnya. 
Berawal dari adikku yang belakangan ini suka greyengan (mendendangkan lagu bervolume minimal.red). Ya, adikku Safira Rosmaniar, sekarang usut punya usut sering kudengar sedang mendendangkan lagu Keong Racun ( tadinya aku heran karena dia hafal, ternyata dia punya catatan liriknya, gilaa dapet darimana coba...). Setelah sebelum-sebelumnya ketika lagu C.I.N.T.A dan Aishiteru sedang booming pun, dia selalu menyanyikannya padahal kakaknya ngga sama sekali) . What the hell she sang about?!!. Aku prihatin banget melihat itu semua. Apalagi ternyata itu juga menjalar ke anak-anak lain di sekitarku. Ya ampun adik-adikku tersayang, tahukah kalian apa maksud lirik-lirik itu?? Itu sama sekali bukan dunia kalian.... dunia kalian tuh masih jauh banget dari itu...

Aku sedih karena mereka seperti sudah tidak mempunyai lagu anak-anak lagi. Mungkin masih ada sih, tapi minim banget. Tidak seperti zamanku dulu, yang banyak sekali dicekoki lagu anak-anak yang keren-keren dan berwarna-warni. Seperti lagu-lagunya Maissy, Chikita Meidi, Trio Kwek-kwek, Saskia, Geovani dll. Tentu kalian yang seumurku masih ingat lagu Cilukba, Kuku Kuku, Menabung, Abang Tukang Bakso atau Semut-Semut Kecil? Lagu-lagu itu sesuai banget dengan imajinasi dan dunia anak-anak yang seharusnya. Pokoknya anak-anak banget!! Aku bahkan mengoleksi semua kaset mereka, terutama Maissy (ssst...ini karena kata orang-orang sekitarku waktu kecil aku mirip Maissy. Hehehe ^_^v). Pokoknya standing applause for Pak Kasur, Bu Kasur, A.T Mahmud, Papa T. Bob dan pencipta lagu anak-anak lainnya. Lagu-lagu mereka tuh unforgetable banget.

Tapi sayangnya, sekarang kayaknya udah nggak ada Maissy, Chikita Medi, Trio Kwek-kwek, Saskia, Geovani baru. Itu membuat lagu anak-anak kayak mengalami mati suri. Jarang sekali terdengar dan tentu saja anak-anak menjadi asing akan lagu-lagu itu.
‘Buka Hatimu’nya Armada, ‘Aishiteru’nya Zivilia, ‘C.I.N.T.A’nya D’Bagindas, bahkan Keong Racun ataupun Cinta Satu Malam yang sekarang menjadi trend di kalangan bocah-bocah lugu itu. Hanya satu kata yang kurasa, IRONIS!! Dampak media rupanya berperan sangat besar di sini. Aku mengalaminya sendiri karena adikku udah jadi salah satu korban nyatanya.

Ya media...media menjadi salah satu penyebab utamanya. Media yang tidak pernah mempertimbangkan untuk sedikit saja memikirkan dunia anak. Media yang tidak pernah membuat porsi yang seimbang dalam membuat sebuah program atau tayangan. Media yang selalu saja berlomba untuk mencari keuntungan dan rating bukan kepedulian akan masa depan. Acara musik mungkin bejibun, tapi sekarang ada ngga sih yang tentang dunia anak atau benar-benar lagu anak-anak. Padahal kebanyakan anak-anak menghabiskan waktunya atau hidupnya bersama media, terutama televisi. Terseraplah semua itu dalam pikiran dan tingkah laku mereka. Pantas saja dulu Alm. Pak A.T Mahmud menyalahkan para awak media, ketika diwawancarai. Kalau nggak salah sih, beliau bilang begini, “Kalian...Kalian-kalian ini yang merusak dunia anak-anak... Mencekoki dengan hal yang tidak mendidik...“ Kurang lebihnya gitu deh. Aku setuju banget sama pendapat beliau. Beliau adalah orang yang paling sedih melihat matinya lagu anak-anak sekarang. Melihat anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa dan kehilangan dunianya. Sumpah aku sedih banget waktu beliau meninggal. Padahal kenal ya nggak, ngefans ya nggak... tapi nggak tau kenapa... (akunya kali ya yang cengeng) :p
Bahkan sekarang, bisa kita lihat berapa persen lagu anak-anak di dunia musik atau acara anak-anak di tv?? Ya ampunnn sedikittt banget. Padahal yang mau pegang dunia ini ya nanti mereka. Kita-kita sih uda pada bangkotan, merekalah yang megang masa depan. Pantesan sekarang banyak anak-anak yang sudah dewasa sebelum waktunya atau anak-anak yang kenakalannya sudah di luar batas wajar. Itu karena lingkungan mereka pun udah nggak kondusif dan dunia anak-anak mereka sudah dirampas. Kasihan banget sih adik-adikku... masa masih SD ngomonginnya uda cinta-cintaan sih.

Wahaiiii para pencipta lagu, tolonglah jangan nyiptain lagu cinta mlulu... anak lu tuh diurusin. Dunianya udah kayak apa sekarang....
Sayang ya aku nggak punya kenalan pencipta lagu terkenal gitu... kalau ada yang kenal tolong deh dibilangin... Sudah saatnya ada Pak Kasur,Bu Kasur, A.T Mahmud atau Papa T.Bob lain sekarang!



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

K.O.N.D.A.N.G.A.N

Lagi buka-buka coretan lama di my document eh nemu file yang kutulis duluu bgt.. 
Judulnya: KONDANGAN.
 Berawal dari satu keluhan yang kudengar dari mulut my mom tersayang…
“Undangan lagi… undangan lagi… Heran deh… ngga ada abisnya…” dumel mama.
“Apaan sih ma?” tanyaku yang lagi menonton tv agak terganggu.
“Itu tuh… wong mbarang gawe koh ana bae… undangan tiga aja belum abis, datang lagi… datang lagi,” sungut mamaku sambil menaruh sebuah undangan di atas meja makan.
Penasaran, aku pun mengambil undangan itu. Undangan perkawinan. Dari salah satu tetangga desa, yang aku sendiri tak tahu siapa.
Satu keluhan itu kemudian ternyata nggak putus sampai di situ… Hari berikutnya terdengar lagi… dan lagi… Nggak Cuma dari mamaku saja tapi dari Bu lik, kakak sepupu, Bu de, belum lagi tetangga-tetangga di sekitar rumah.
Kondangan. Mbrang gawe. (istilah Banyumas)
Itu adalah satu fenomena yang saling melekat di kehidupan masyarakat kita. Sudah 
mengakar dari entah beberapa puluh tahun, kita sendiri nggak tahu. Mungkin banyak dari kalian yang mengenal istilah ini. Ini biasa disebut hajatan atau syukuran dari pernikahan atau khitanan. Ya, mungkin tujuan dari tradisi ini sebenarnya adalah bentuk rasa syukur atas kebahagiaan atas pernikahan atau khitanan. Si empunya hajat biasanya ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara atau tetangga mereka. Tapi ironisnya sekarang dibalik kebahagiaan itu terbesit keluhan-keluhan di belakangnya. Ekonomi pas-pasan, membuat kondangan menjadi tambahan beban bagi mereka. Bahkan kadang orang membuat hajat, menjadi tidak murni lagi tujuannya, yaitu untuk syukuran tapi banyak juga hanya ingin memperoleh untung dan gengsi... Ironis memang. Tapi tradisi... tetap menjadi tradisi...sulit untuk dihapus. Hanya mungkin tujuan dan artinya harus diluruskan kembali...agar tidak melenceng....

Di bawah ini ada beberapa bait pandanganku ttg kondangan itu sendiri, nggak pantes juga sih dikatakan puisi... nggak tau lah apa namanya... Enjoy reading...


K.O.N.D.A.N.G.A.N
Suara dentuman music dari sound system terdengar…
Dangdut… melayu… qosidah… menjadi favorit…
Tratag… dari tenda… terpal… kain… atau seng… terpasang…
Senyum ramah… Sumringah… letih… di wajah tuan rumah tergambar….
Senyuman… sapaan… juga ada di wajah tamu-tamu undangan…
Tentengan… blik-blik… kaleng-kaleng… amplop… tak lupa ada di tangan…
Sajian makanan… kue-kue… kripik… prasmanan…. Terhidang…
Ramah tamah… percakapan… gurauan… bersahut-sahutan…

K-O-N-D-A-N-G-A-N
Punya dua sisi mata uang…
Satu tadi tergambar… sekarang satu sisi lagi akan ku umbar…

Rencana terlontar… pusing nyari utang…
Utang udah didapat… saudara diajak rapat…
Maksud terbilang… mulai mencari sumbang
Panitia dibentuk… glidig direkrut…
Sajian dibahas… lalu mulai dikemas…
Undangan terbentuk… lalu tercetak…
Setelah disebar… kabar pun tersiar…
Orang-orang kasak-kusuk…. Ketika melihat sedikit uang masuk…
Keluhan terlontar… kita aja masih sering lapar…
Tapi harga diri terlontar… jika tak ada 1 kilo pun beras sekedar…
Pusing… pusing… tujuh keliling…
Anak-anak minta jajan… tak ada uang buat kondangan…
Mengelak tak bisa… karena harga diri taruhannya…
Itu kata mereka…
Kata orangtuaku… orang tuamu…
Saudaraku… saudaramu…
Tetanggaku… tetanggamu…
Panembangan, 21 Januari 2009









 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOS SENGGAL-SENGGOL

Itu adalah nama kosku. Banyak kisah di dalam sana yang membuat sedih, tangis, ketawa, canda, gila.... Namanya pun memiliki arti tersendiri. 
Sebelum bercerita lebih lanjut, aku akan mengenalkan penghuni-penghuni kos senggal-senggol dahulu. Penghuni dengan perbedaan karakter yang kalau dikaji sebenarnya tak ada habisnya...
Yang pertama, adalah :
Aku, Dinar Faiza 

Karakter: baik hati, ramah, tapi kadang malesan, suka panikan, lucu :p
Kedua : 
Ade Christanty Yudha Bestari (Bez)
Karakter : baik hati, suka banget menolong, rela berkorban, ngga tegaan, keibuan dlm hal masak (wwuekks), madan lelet, klo mengantri atau giliran apapun kata2 favoritnya adlah" aku yang terakhir aja." suka nangis sendiri ngadep tembok. teman 'mari ngeteh mari bicara'ku yang konsisten. Ade itu ga jelas sifatnya kadang bisa feminim bgtttt...tapi kdg jiwa premannya klo udah kluar..huhhh jgn heran...

Ketiga :
Faizati Yoestiana ( Juz)



Karakter: Juz ini adalah teman sekamarku. Aku, dia dan Ade juga teman satu kelas. Juz itu orangnya baik, care banget, tapi dia rada-rada genit gtu deh... taerkadang masih ada sifat kekanak-kanakan (peace juz) dan gampang berubah pikiran. oya dia gampang jatuh cinta....wkwkwk.. sebenere bukan jatuh cinta kali ya... tapi gampang suka cowok... tapi gampang juga bosan...
Keempat:
Khusnur Rohmah (mb Ununk). Karena kupanggil mba, berarti dia emang kakak angkatanku.

 
Karakter: Mb ununk itu kalau di kos senggal-senggol adalah sosok ibu dalam sebuah rumah. hehhehehe. Dia yang biasanya ngurusin listrik, air, dll. Terkadang dia juga sampai nombok.... (maaf ya mba)... dia kayak yg laen baik hati, suka berbagi, suka menolong, rela berkorban, trus cerewet jg...hehehe

Kelima:
Lilis Widayati (Mb Lilis)....kakak angkatan jg...


Karakter : mb lilis itu baik, cenderung agak cuek, moody, cerewet juga kyk emak (sering ngomelin kita yg suka naruh apa-apa sembarangan, males nyuci piring dan bersih-bersih) tapi itu demi kebaikan kita sih.

Keenam:
Lisna Maulidani (Lisna) dia adik angkatanku...

Karakter : Lisna itu baik hati, suka menolong, polos, rajin banget dan masih 'luruusss' bgt. Kayaknya tuh anak nggak pernah berbuat curang deh... Dia juga suka bawa banyak makanan kalau abis pulang mudik dari Tasik.

Itu semua adalah penghuni Kos Senggal-Senggol.... Kami berbagi canda tawa, sedih, bete, kesederhanaan, kepanasan bersama di kos ini. Kami sudah bersama sejak dari kos yang lama yaitu Intris 2. Dibilang kompak, kami cukup kompak, karena kami semua seia sekata ketika memutuskan untuk pindah dari Intris 2. Kami mencari kos baru juga bersama, kami ngedumel bersama ketika dulu suka ditagih uang kos dan listrik oleh ibu kos Intris 2... Dan tampaknya dumelan itu terus berlanjut sampai di kos Senggal-Senggol. meski masalah atau keluhannya berbeda (mungkin tambah parah). Yah, kami cukup kompak, karena telah bersama selama kurang lebih 2tahun. Konflik sih jangan ditanya, tiap hari mungkin ada ajaa...
Itulah sekilas gambaran tentang para penghuni Kos Senggal-Senggol.

Sekarang aku akan menjelaskan kenapa kosanku ini dinamakan Kos Senggal-Senggol.  
Nama itu murni nama julukan dari aku dan teman-temanku... Senggal-senggol... kami menamakannya seperti itu bukan tanpa alasan. Yah bisa dibilang, kontrakanku itu tidak luas dan ibarat ukuran baju, mungkin ‘S’ atau malah ‘SS’ hehheheehe... itu bisa merupakan kepanjangan dari ‘Sangat Sederhana’ ya semuanya serba “terbatas”. Aku menyebutnya ‘mini’ untuk mengganti kata-kata yang agak kurang enak didengar seperti ‘sempit’ atau sumpek. Dari kamar tidur, kamar mandi, semuanya mini. Wkekeke.... Kamar  tidur ada 3 padahal penghuni kosnya 6jiwa. Satu kamar memang untuk 2 org, pdhl kamarnya, seperti yang aku bilang ‘mini’. Tempat tidur bersusun ala pemodokan haji memang mungkin dibuat untuk menghemat tempat. Kamar mandi memang ada 2, tapi ya itu, ‘mini. Karena tempat yang mini dan penghuninya yang lumayan banyak, ditambah lagi kami sering kedatangan tamu-tamu (teman-teman.red) maka ruang gerak kami sangatt terbatas, sehingga sering bersenggolan satu sama lain. Tidak hanya dengan sesama manusia tapi tembok, meja, lemari dll. Hehehe... mungkin agak lebay sih... tapi yah itu memang benar-benar pernah terjadi. Karena tidak banyak dipisahkan oleh jarak, maka intensitas memandang dan bertemu antar penghuninya pun sangat...sangat  rutin, sampai kadang bosan sekali melihatnya....hahhahaa  (just kidding). Lokasinya pun di lokasi padat penduduk.
Yah...selalu saja senggol sana...senggol sini....hahahaha....
Itulah sekelumit cerita tentang Kos Senggal-Senggol. Salah satu kepingan yang cukup mengambil bagian dalam kisah hidupku... Mungkin kadang merasa pahit saat menjalani tapi akan indah bila sudah dikenang. (^_^)

Dynarsist

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Little Space: Empetttt.....

Little Space: Empetttt.....: "Pernahkah kamu merasakan sesak yang menggumpal di dada?? Saat ada sesuatu yang mengecewakan, keinginan yang tidak tercapai, marah yang hany..."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Empetttt.....


Pernahkah kamu merasakan sesak yang menggumpal di dada?? Saat ada sesuatu yang mengecewakan, keinginan yang tidak tercapai, marah yang hanya bisa dipendam dalam-dalam atau tangis yang ditahan atau mungkin rasa cemburu yang tak tersalurkan??
Itu yang sedang ku alami sekarang.
Rasanya dada ini sesak sekali. Seperti ada gumpalan yang masuk dipaksa. Tapi sulit sekali mengeluarkannya. Ingin menangis tapi tak ada airmata yang keluar. Ingin teriak tapi seperti tertahan di tenggorokan. Ingin marah tapi tak ada alasan yang tepat untuk marah.
Empet... mungkin bisa dikatakan seperti itu.
Tapi kenapa atau pada siapa? Tak bisa menjawab.
Aku nggak tau kenapa. Kadang ini terjadi padaku. Apakah ini tanda-tanda aku sudah mulai terjangkit penyakit stress akut ya??
Tak tau lah... kadang aku jengkel sekali pada diriku ini. Karena seakan aku tidak pernah bersyukur. Tidak bisakah aku bersyukur saja? Dan tidak memikirkan yang macam-macam.
Tuhan telah memberi banyak... kenapa tak ada puas-puasnya aku ini?!!!!
Ampun....
Aku ingin bercerita banyak. Tapi selalu tertahan untuk mengeluarkannya. Hanya beterbangan di sekitar kepalaku. Persis seperti yang digambarkan di film-film kartun.
Terkadang sesekali aku pengin mencoba untuk pergi ke psikolog atau apapun itu... orang-orang yang ahli mengetahui keadaan jiwa seseorang atau membuat orang itu nyaman bercerita. Tapi mungkin itu terlalu lebay. Karena pergi ke psikolog tampaknya belum lazim atau jarang dijumpai di tempat kita. Kecuali jika masalah yang kita alami sudah cukup akut.
Aku memang tergolong orang yang sulit terbuka atau bercerita mengenai masalah yang termasuk zona pribadiku. Aku tidak pernah bisa bercerita banyak tentang masalah pribadiku bahkan pada sahabat dekatku. Nggak tau kenapa. Aku merasa kurang nyaman.
Juga disaat empet atau sesak dada ini. Aku hanya merasakannya sendiri tanpa bisa menumpahkan pada mereka. Pelarianku paling dengan baca atau nyanyi keras-keras ga jelas dan nangis. Cengeng emang. Tapi setelah itu biasanya aku tertidur dan bangun dengan perasaan yang lebih baik. Setiap orang pasti punya cara yang berbeda untuk menumpahkan keempetan itu. Setiap orang pasti punya cara yang berbeda untuk menumpahkan keempetan itu
Bagaimana dengan kamu???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I am Starting

Welcome to My New Blog...
Finally, bikin blog juga. Dari dulu uda pengen buat, tapi ngga jadi-jadi. Semoga aku bisa terus dapat inspirasi buat terus ngisi blog ini.
Hehehe... bingung juga nih mau nulis apa...

Oya, mungkin ada diantara kalian yang bertanya-tanya kenapa blog ini aku namai Little Space *ge-er, padahal belum tentu ada yang baca*. Aku menamainya seperti itu, karena blog ini kuharap akan bisa menjadi sedikit tempat atau ruang untuk mencurahkan segala bentuk pikiran, lamunan, mimpi, cerita dariku. Hehehe... semoga ini bisa mengurangi kebiasaan “ngobrol sendiri dalam hati dan pikiran-pikiranku”. Mungkin itu yang membuat aku dianggap suka melamun. Padahal pikiranku sedang melalang buana dan bercerita sendiri di dalam sana. Membahas apa saja. Aku ngga tau apakah ini  termasuk salah satu gejala penyakit kejiwaan (kuharap tidak!). Kalau Ikal dalam Laskar Pelangi mempunyai istilah tentang beberapa jenis “penyakit gila”, mungkin kebiasaan anehku ini masuk dalam penyakit gila No.30. hahaha.

Oya, supaya kalian tahu. Aku menulis posting pertamaku ini di malam hari yang senyap pada jam 22.25 WIB di hari pertama aku masuk kuliah (lagi) pasca lebaran. Di gelapnya kamarku dengan ditemani my favorite songs.  Di sebelahku, terbujur tak berdaya dua sahabat gilaku, Ade “Bez” Christanty Yudha Bestari dan Faizati “Jus” Yustiana. Yah mereka sedang menginap di rumahku, habis maaf-maafan sama Bapak dan Mamaku. Mereka sudah tepar duluan. Katanya takut kesiangan, soalnya besok kuliah jam 7. Hahahaha. Aku sih agak santai soalnya aku mulai masuk jam ke 2, 08.45. kuliah...kuliah lagi. Kembali ke rutinitas, kembali berkutat dengan tugas, presentasi, fotokopian, dosen, kos senggal-senggol, anak-anak gila, angkringan lagi.....

Bau-bau liburan masih tersisa...masih tertiggal kerak-kerak kemalasan. Tapi mau tidak mau, siap ngga siap, semangat ngga semangat, itu sudah di depan mata... Ya sudahlah,,, nikmati saja...

Hhhoaammm.... ngantuk juga ya?? Padahal tadi ngga bisa tidur... mungkin cukup di sini, ku harus mengakhiri *ceile* posting pertamaku. Smoga bisa membagi sesuatu lewat blog ini n bisa benar-benar menjadi space di tengah rutinitas dunia yang kadang bikin penat ini.... ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS